Senin, 09 Januari 2017

CBIS (COMPUTER BASED SYSTEM INFORMATION)

by:
Maulana Muhammad Sidiq
NIM: 432140100xx

ABSTRACT

The information system has many roles in an organization / institution / company include: participating in the execution of routine tasks; linking the planning, execution, and control systems; coordinate subsystems; and integrating existing subsystems. Apart from having a role, the information system has many capabilities as well, where the capabilities are expected to increase productivity, reduce certain costs, improve service to consumers, and no less important is the increase in decision making.
Output / output / result of the information system is information. User information can be categorized into three namely managers / leaders, non-managers, and people or organizations outside of the organization. Information resource is conceptual and occupied the same level of importance to other physical resources, namely human, material, machinery, and money.
A computer-based information systems have a clear pattern that the host system (super system), subsystems and subsubsistem up with the smallest system that can not be described again. The system uses hardware (hardware) and software (software) computer, procedure guidelines, models and decision management, and a "data base". In carrying out its information systems based on computer needs to consider a variety of support whether it comes from within the organization itself (internal) or from outside the organization (external) with the intention that the provision of information-based computer that does have an impact well for all activities of the company or not and whether outsiders of the organization in this case customers, suppliers, union groups, financial institus group, a group of shareholders, pemeritah institutions, community groups and groups global competitors (competitors) support or not ready to jointly run the system.
Companies or organizations that succeed in this era of globalization is a company that is able to obtain the information from the data processing, the data can flow from a variety of sources such as: consumers who buy products or services, the seller who provides goods, banks, government institutions, etc. , From the data obtained from various sources, it is further processed by the various components are interlinked with each other so that it becomes a useful information for the company or organization in decision-making.

Minggu, 08 Januari 2017

Tugas Kuliah CBIS (COMPUTER BASED INFORMATION SYSTEM)

CBIS (COMPUTER BASED INFORMATION SYSTEM)

Oleh :
Muhammad Maulana Sidiq
NIM: 432140100xx

ABSTRAK

Sistem informasi memiliki banyak peranan dalam suatu organisasi / institusi / perusahaan diantaranya adalah : turut serta dalam pelaksanaan tugas rutin; mengaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendalian dalam sistem; mengkoordinasikan subsistem-subsistem; dan mengintegrasikan subsistem-subsistem yang ada. Selain memiliki banyak peranan, system informasi memiliki banyak kemampuan juga, dimana dengan kemampuan yang dimiliki diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya-biaya tertentu, meningkatkan servis terhadap konsumen, dan yang tidak kalah pentingnya adalah adanya peningkatan dalam pengambilan keputusan.
Keluaran/output/hasil dari sistem informasi adalah informasi. Pengguna informasi dapat dikategorikan menjadi 3 yaitu manajer/pimpinan, non manajer, dan orang-orang atau organisasi di luar organisasi. Informasi merupakan sumber daya konsepsual dan menduduki level yang sama pentingnya dengan sumber daya fisik yang lain yaitu manusia, material, mesin, dan uang.
Sebuah sistem informasi berbasis computer  mempunyai pola yang jelas yaitu system induk (super system), subsistem dan subsubsistem sampai dengan system yang terkecil yang tidak dapat diuraikan lagi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”. Di dalam menjalankan system informasi yang berbasis computer perlu di perhatikan berbagai dukungan baik itu berasal dari dalam organisasi itu sendiri (internal) maupun dari luar organisasi (eksternal) dengan maksud bahwa penyediaan informasi yang berbasis computer tersebut apakah berdampak baik untuk semua kegiatan perusahaan atau tidak dan apakah pihak luar dari organisasi dalam hal ini konsumen, supplier,  kelompok serikat pekerja, kelompok institus keuangan, kelompok pemegang saham, institusi pemeritah, kelompok masyarakat global dan kelompok competitor (pesaing) mendukung atau tidak siap untuk bersama-sama menjalankan system tersebut.
Perusahaan atau organisasi yang sukses didalam era globalisasi saat ini adalah perusahaan yang  mampu memperoleh informasi yang didapat dari hasil pengolahan data, data bisa mengalir dari berbagai sumber seperti  : konsumen yang membeli produk atau layanan, penjual yang menyediakan barang, bank, institusi pemerintah, dan sebagainya. Dari data yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut yang selanjutnya diolah dengan berbagai komponen-komponen yang saling terkait satu dengan yang lainnya sehingga menjadi sebuah informasi yang berguna bagi perusahaan atau organisasi tersebut didalam pengambilan keputusan.
Dari hasil-hasil penelitian menunjukan telah terbukti bahwa perusahaan yang mampu memanfaatkan dengan maksimal sumber daya strategis lewat sistem informasinya akan dapat beradaptasi dengan baik dengan lingkungannya beserta seluruh dinamika yang ada. Sistem informasi sebagai sumber daya strategis memegang peranan yang signifikan dalam memberikan masukan dan feedback bagi perusahaan untuk merumuskan kembali tujuannya yang berimplikasi pada perubahan strategi dan perilaku organisasinya.
Kata-Kata Kunci : Informasi,system,computer.

1.         PENDAHULUAN
            Secara umum semua organisasi membutuhkan aliran infromasi yang membantu manajer untuk mengambil bermacam keputusan yang dibutuhkan. Aliran informasi ini diatur dan diarahkan dalam suatu sistem informasi. Sistem informasi berperan dalam proses pengambilan keputusan operasional harian sampai perencanaan jangka panjang.
Sebelum komputer ada, sistem informasi sudah menjadi kebutuhan organisasi. Ini berarti sistem informasi tidak selamanya berbasis komputer. Namun dengan berkembangnya fungsi komputer, sistem informasi saat ini umumnya didukung penuh oleh komputer. Dengan demikian istilah sistem informasi lebih sering berarti system informasi berbasis komputer.
            Data/Informasi sangat diperlukan oleh pihak manajemen dalam upaya untuk mengambil keputusan yang merupakan bagian yang sangat penting dalam perusahaan. Sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya bagi pihak pengambil keputusan merupakan hal terpenting untuk dapat menentukan dan membuat keputusan-keputusan strategis terhadap langkah apa yang akan ditempuh oleh perusahaan dalam mencapai tujuan.
Perusahaan dapat melakukan aktivitas operasionalnya dengan baik apabila orang-orang yang ada di dalamnya saling berinteraksi atau bekerja sama dalam mewujudkan efektivitas sistem informasi perusahaan. Untuk menciptakan kerjasama yang baik sangat diperlukan komunikasi karena apabila efektivitas sistem informasi manajemen dapat terwujud maka dengan sendirinya kerjasama yang baik dapat diciptakan.
Sistem informasi manajemen yang efektif juga dapat dipengaruhi oleh bentuk atau struktur organisasi yang ada. Struktur organisasi akan menentukan prosedur dan jalur komunikasi. Efektivitas saluran komunikasi secara tidak langsung akan dipengaruhi oleh bentuk dan struktur sistem komando atau jalur penyampaian informasi.
Pengambilan keputusan yang tepat dan bijaksana adalah bagaimana para pengambil keputusan secara cermat menetapkan kebijakan strategi yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Strategi ini adalah telaah kepada alternatif pilihan peluang yang tersedia untuk membuat keputusan yang tepat dari hasil informasi yang diperoleh oleh pengambil keputusan.

Sistem Informasi Manajemen
Untuk membahas kajian tentang Sistem Informasi Manajemen, maka berikut ini penulis mengutip beberapa pendapat ahli. Menurut Murdick (1993), sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kegiatan atau suatu prosedur/bagian pengolahan yang mencari suatu tujuan atau tujuan-tujuan bersama dengan mengoperasikan data atau barang pada waktu tertentu untuk menghasilkan informasi atau energi atau barang. Penekanan terhadap pengertian sistem ini adalah kepada prosedur pencarian dan pengolahan untuk dioperasikan menjadi informasi untuk menghasilkan barang dan jasa sebagai tujuan dari perusahaan.
Menurut Starer dalam Moekijat(1993), suatu sistem dapat dirumuskan sebagai setiap kumpulan bagian-bagian atau sub sistem yang disatukan, yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan. Pengertian yang dikemukakan oleh Starer ini juga kalau kita telaah pada dasarnya mengandung pengertian yang sama terhadap apa yang telah diungkapklan oleh Murdick tentang sistem.
Untuk mengetahui pengertian informasi yang dalam hal ini penulis mengutip pendapat ahli, yaitu menurut Davis (1992) mengatakan, data atau informasi merupakan kelompok teratur, studi yang mewakili kuantitas tindakan, benda dan sebagainya. Data berbentuk karakter yang dapat berupa alfabet, angka maupun simbol-simbol khusus.
Data merupakan kelompok teratur yang representatif terhadap kuantitas tindakan, barang/benda dan sebagainya. Mewakili kuantitas tindakan bisa juga dimaksudkan bahwa data tersebut merupakan hasil laporan kerja yang disajikan dalam bentuk laporan dengan karakter kuantitas atau banyaknya kegiatan ataupun tindakan yang dilakukan dalam perusahaan. Data atau informasi juga dapat mewakili benda/barang yang disajikan dalam bentuk laporan (mewakili keadaan benda/jasa)
Kita sering mendengar pengertian manajemen yaitu secara garis besar manajemen adalah ilmu atau seni untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan. Manajemen meliputi Planning, Organizing,Actuating dan Controlling (POAC). Untuk lebih jelasnya berikut ini akan dikutip pendapat ahli.
Menurut Murdick (1993), manajemen adalah terdiri dari proses atau kegiatan yang menjelaskan apa yang dilakukan menggerakkan pada operasi organisasi mereka, yaitu merencanakan, mengorganisasikan, memprakarsai dan mengendalikan operasi.
Kalau kita perhatikan kajian tentang manajemen maka kajian tentang manajemen ini tidak bisa terlepas terhadap keterkaitannya dengan kepemimpinan ataupun pimpinan/manager dalam perusahaan. Berikut ini akan kita lihat keterkaitan antara kajian manajemen dengan kepemimpinan. Pimpinan merupakan orang yang berusaha untuk mempengaruhi orang lain atau memberikan pengarahan kepada orang-orang yang ada dalam perusahaan untuk mau bekerjasama secara sukarela dalam usaha untuk mencapai tujuan. Adapun setelah kita ketahui dari pengertian di atas, maka pemimpin adalah orang yang melakukan kegiatan-kegiatan manajemen yaitu merencanakan, menggerakkan, mengorganisir, dan mengawasi jalannya seluruh tindakan dalam perusahaan.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi manajemen adalah seperangkat alat yang saling menunjang dalam penyampaian data/informasi yang dipergunakan oleh pihak manajemen yang bertujuan untuk mempergunakan informasi/data tersebut sebagai acuan dalam pengambilan keputusan untuk dilaksanakan oleh orang lain dalam mencapai tujuan.
Tujuan penulisan paper ini adalah membuat summary ihwal delapan kelompok elemen lingkungan dikaitkan dengan ihwal CBIS (Computer Based Information System) dan yang kedua  Apakah lembaga atau instansi tempat kita bekerja selama ini sudah memanfaatkan CBIS atau tidak.

2.         KAJIAN TEORI
2.1       Delapan Elemen Kelompok Lingkungan dikaitkan dengan CBIS

Lingkungan sangat berarti bagi perusahaan. Lingkungan adalah alasan utama keberadaan perusahaan. Lebih jauh lagi perusahaan bahkan meyiapkan strategi yang bertujuan untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan cara yang sebaik-baiknya, bahkan pula pola perilaku suatu perusahaan dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungannya, terutama lingkungan eksternal.
Lingkungan suatu perusahaan tidak persis sama dengan lingkungan perusahaan yang lain. Namun kita dapat melihat sejumlah kesamaan dari keragaman ini dengan mengidentifikasi delapan jenis elemen utama yang ada dalam lingkungan semua perusahaan. Elemen-elemen lingkungan ini adalah organisasi atau individu yang berada diluar perusahaan dan memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung (keterkaitan) pada perusahaan. Menurut McLeod Jr., Delapan elemen tersebut adalah :
1. Pemasok
2. Pelanggan
3. Serikat pekerja
4. Masyarakat Keuangan
5. Pemilik
6. Pesaing
7. Pemerintah
8. Masyarakat Global.


Perusahaan dihubungkan dengan elemen-elemen sumber daya ini melalui arus sumber daya, tetapi tidak semua sumber daya mengalir antara perusahaan dengan semua elemen lingkungan. Satu-satunya sumber daya yang menghubungkan perusahaan dengan semua elemen tersebut adalah informasi.
Istilah yang berkaitan dengan lingkungan yang muncul selama akhir tahu 80-an adalah keunggulan kompetitif (Competitive advantage). Keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui banyak cara, seperti menyediakan barang dan jasa dengan harga murah, menyediakan barang dan jasa yang lebih baik dari pesaing, dan memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar tertentu. Pada bidang komputer, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan leverage di pasar. Idenya adalah perusahaan tidak harus sepenuhnya mengandalkan sumber daya fisik yang lebih unggul saat terlibat persaingan. Sebaliknya sumber daya konseptual yang unggul – data dan informasi – dapat digunakan sama baiknya.
Manajer menggunakan sumber daya konseptual maupun sumber daya fisik untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.
Dari pandangan strategis, suatu produk atau jasa adalah keseluruhan paket barang secara fisik, layanan pendukung, dan informasi organisasi yang disediakan untuk menciptakan nilai bagi pelanggannya. Sistem yang dijalankan tidak hanya dalam lingkup organisasi itu sendiri tapi juga melibatkan pelanggan atau klien, pemasok, dan pesaing. Strategi dapat berpengaruh luas pada organisasi, pasar atau keseluruhan industri, Strategi juga dapat digunakan digunakan untuk mendefinisi ulang (fungsi) organisasi. Suatu sistem informasi bersifat strategik jika sistem itu mampu mengubah dan mendukung perubahan produk atau jasa, atau cara organisasi itu bersaing dalam industrinya yang berimplikasi pada perubahan pola perilaku dalam organisasi tersebut. Keunggulan dalam hal teknologi informasi ini dijadikan alat untuk memenangkan persaingan atau sebagai pemimpin pasar.
Beberapa contoh mengenai hal diatas yang dapat diambil adalah; pada pertengahan tahun 80-an, Nokia mengubah basis usahanya dari perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pertambangan menjadi perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi, khususnya telepon seluler, dan terbukti keputusan tersebut adalah tepat, hingga saat ini Nokia masih menjadi pemimpin pasar di bidang telepon seluler. Di Amerika, Merril Lynch menggunakan sistem informasi yang dimilikinya untuk mengubah usahanya dari bisnis broker ke bisnis jasa keuangan.
Pada tahun 80-an, State Street Bank and Co. di Boston mengubah usaha bisnisnya dari pelayanan perbankan tradisional menjadi pengolahan data pelanggan yang diolah secara elektronis.
Sistem informasi strategis seringkali mengubah organisasi disamping produk,jasa dan prosedur internal, yang akhirnya membawa organisasi tersebut kepola perilaku yang baru. Organisasi dalam hal ini perlu mengubah sistem informasi internalnya untuk memperoleh manfaat dari teknologi sistem informasi yang baru.
Teknologi informasi yang dimiliki oleh suatu organisasi dapat merupakan keunggulan strategis karena teknologi tersebut dapat digunakan untuk memenangkan persaingan disebabkan manfaat teknologi, pelayanan yang lebih baik kepada klien. Dengan demikian teknologi informasi merupakan strategi perusahaan untuk memenangkan persaingan. Teknologi informasi tidak hanya dapat dimilki oleh perusahaan besar saja tetapi dapat juga dimiliki oleh perusahaan kecil dan menengah. Namun yang harus diperhatikan adalah pengembangan teknologi informasi dalam perusahaan harus sesuai dengan rencana strategis organisasi.
Menjelang pertengahan tahun 80-an konsepsi informasi mengalami perubahan , informasi telah dianggap sebagai sumber daya strategis, sumber keunggulan yang penting, atau sebagai alat strategi untuk mengalahkan pesaing.
Konsepsi informasi yang berubah ini menunjukkan perkembangan dalam teori dan perencanaan strategis. Ada banyak sebab mengapa organisasi tertarik pada teknologi informasi, antara lain :
1.    Turunnya harga dan semakin banyaknya tersedia informasi dan teknologi komunikasi sehingga memungkinkan penerapan teknologi baru.
2.    Manajemen puncak organisasi menjadi lebih berjiwa wiraswasta, dengan menciptakan kebutuhan akan penggunaan semua sumber daya organisasi.
3.    Tekanan persaingan dalam dan luar negeri memaksa organisasi menggunakan berbagai cara untuk memenangkan persaingan.
4.    Keunggulan kompetitif berkaitan erat dengan kualitas produk dan jasa yang disediakan oleh organisasi.

Intensitas informasi adalah jumlah ketergantungan dari suatu organisasi/perusahaan pada informasi dan teknologi informasi.


Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh sutu oraganisasi dalam mempertahankan pengaruh teknologi informasi dalam situasi persaingan, ketiga hal tersebut adalah :
1.    Menduduki terlebih dahulu persaingan (Preemting) dengan menjadi yang pertama dalam pasar dan dapat menjadi leader dalam persaingan tersebut.
2.    Menakut-nakuti (Intimidate) penjiplak (teknologi informasi) dengan melakukan inovasi yang beresiko, kompleks dan mahal untuk dijiplak.
3.    Mempengaruhi kekuatan organisasi saat ini dengan teknologi informasi (seperti data yang cukup, ukuran dan biaya produk/jasa), tidak hanya dengan memperluas wilayah baru.

Ada dua macam pengaruh penerapan Sistem Informasi terhadap strategi  perusahaan yaitu : pengaruh bersaing dan pengaruh industri. Pengaruh bersaing adalah pengaruh yang secara langsung berdampak pada kemampuan pesaing.
Kelompok sistem informasi strategis ini dapat menciptakan aliansi dengan pelanggan. Aliansi tersebut menimbulkan biaya bagi pesaing baru untuk masik pasar. Misalnya dengan cara memaksa pesaing menyediakan tampilan tambahan atas produk sehingga pesaing sulit atau membutuhkan waktu untuk menduplikasi.

Siklus pengembangan produk Mengurangi penelitian dan pengembangan, produksi dan waktu distribusi produk Memperkuat kualitas produk Menjadikan produk atau jasa lebih handal atau lebih cepat diperbaiki atau memperpendek waktu pembuatan produk. Sedangkan pengaruh industri adalah pengaruh yang secara permanen mempengaruhi sifat bisnis pada industri tertentu. Pengaruh-pengaruh ini meliputi seluruh industri tidak hanya hubungan antara pesaing tertentu atau antara pemasok dengan beberapa pelanggan. Dengan pengaruh terhadap industri, organisasi sangat mungkin mendefinisikan kembali bisnis atau dapat juga karena adanya kecenderungan integrasi teknologi informasi dengan produk/jasa.













4.         PEMBAHASAN
Tujuan Penulisan Paper ini adalah membuat lembaga/perusahaan/Organisasi tempat kita bekerja selama ini memanfaatkan CBIS. Berdasarkan landasan teori diatas didapatkan bahwa Penerapan suatu sistem informasi dapat dikatakan strategis jika tujuannya memenuhi kriteria sebagai berikut :
1.       Mencapai posisi kepemimpinan dengan biaya yang rendah.
2.       Menyediakan diferensiasi produk/jasa dan nilai bagi konsumen yang lebih besar
3.       Menciptakan aliansi antara perusahaan dan pemasok dan pelanggannya, sehingga mengurangi biaya untuk pemasok dan menyediakan dukungan khusus bagi pelanggannya.
4.       Mempertinggi nilai suatu produk/jasa dengan menyediakan tampilan atau dukungan inovatif.
5.       Memungkinkan pertumbuhan pada pasar yang ada secara geografis atau ekspansi volume.
6.       Membantu mengenalkan suatu produk ke pasar.

Seperti telah disampaikan diatas, bahwa organisasi yang berperilaku dalam multi-disiplin dan memiliki prinsip serta berorientasi pada kinerja individu, bagian dan organisasi secara keseluruhan akan selalu dipengaruhi secara sigifikan oleh lingkungannya. Dalam era pasar bebas seperti sekarang ini dimana persaingan antar perusahaan sudah demikian maraknya, maka pengaruh dari lingkungan dalam hal ini pesaing dan konsumen telah memaksa organisasi/perusahaan untuk selalu melakukan inovasi agar mendapat keunggulan kompetitif dalam persaingan, dimana sistem informasi memegang peranan penting didalmnya. Inovasi yang menggunakan sistem informasi sebagai input dan kendali, dilakukan atas dasar strategi yang telah disusun, dibuat dan dijadikan kebijakan oleh perusahaan. Strategi ini seringkali adalah revisi dari strategi sebelumnya yang akan berimplikasi pada perubahan tujuan organisasi tersebut, bahkan mungkin dalam tingkat perubahan yang drastis.
Perubahan tujuan yang drastis telah memaksa organisasi/perusahaan melakukan penyesuaian-penyesuaian yang berimplikasi pada perubahan pola perilaku organisai/perusahaan tersebut, dimana perubahan perilaku tersebut dimaksudkan untuk menunjang perubahan strategi yang bermuara pada perubahan tujuan organisasi/perusahaan tersebut.


5.      PERCOBAAN DAN HASIL




Apakah lembaga/perusahaan/Organisasi tempat kita bekerja selama ini memanfaatkan CBIS atau belum. Jika Ya, mohon jawaban dan jika belum mengapa ?



Penerapan system informasi berbasis computer di tempat kami bekerja sudah mulai sejak dipergunakan sejak beberapa tahun silam.  Pengolahan informasi kepegawaian pada awalnya hanya sebatas menggunakan computer yang masih berdiri sendiri, belum terhubung kedalam suatu jaringan yang berbasis computer. Informasi yang dihasilkan pada saat itu masih ------------------------------------

Proses memperoleh data dan informasi yang digunakan dalam penulisan paper ini dengan langsung turun ke lapangan atau langsung melihat dan melihat seberapa jauh penerapan CBIS ini guna menunjang system informasi dibidang kepegawaian.
           
Dari hasil pengamatan secara langsung didapatkan berbagai data awal yaitu pada bagian hasil penelitian. Data awal yang diperoleh antara lain :


1.      Hardware
Meliputi :
1.      Server (Komputer Induk)                         : 1 unit
2.      Workstation/Client                        : 5 unit
3.      Switch/Hub.                                  : 1 unit
4.      Printer                                           : 2 Unit
5.      Scanner                                         : 1 unit
6.      Ups                                                : 5 unit

2.      Software
1.      Program aplikasi berbasis WEB
2.      Basis Data menggunakan PHP dan MSQL
3.      Security ( Login & Activity Log)
Mempunyai tingkat sekuritas dalam mengakses aplikasi, dimulai dari login dan password untuk setiap user dan akan merekam setiap aktivitas yg dilakukan oleh user tersebut.
4.       One application for all region ( Multiple User)
Aplikasi dapat diakses secara simultan tanpa mengalami gangguan pada database, aplikasi yang digunakan sama walau digunakan di terminal yang berbeda.
5.      Changeable themes
Gambar Logo beserta detil identitas dapat diganti sesuai dengan selera masing-masing daerah.
6.       Windows Platform Compatible
Format penggunaan terbuka untuk platform sistem operasi windows.
7.       Easy to learn & Implement
Mudah dimengerti dan digunakan. Tidak sulit dalam melakukan proses instalasi aplikasi di setiap terminal.
8.       Database Mysql
Stabil, Multiuser, Performa tinggi, sekuritas dan skala besar.
9.      Client-Server Support
Mendukung Komunikasi Data Multi Terminal Sehingga dapat di impelentasikan pada jaringan komputer lokal ( LAN)
\





6. PENUTUP
Telah terbukti, perusahaan yang mampu memanfaatkan dengan maksimal sumber daya strategis lewat sistem informasinya akan dapat beradaptasi dengan baik dengan lingkungannya beserta seluruh dinamika yang ada. Sistem informasi sebagai sumber daya strategis memegang peranan yang signifikan dalam memberikan masukan dan feedback bagi perusahaan untuk merumuskan kembali tujuannya yang berimplikasi pada perubahan strategi dan perilaku organisasinya.












7. DAFTAR PUSTAKA
Debby Ratna Danie dan Wiwik Supratiwi (2005). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta
 http://journal.amikom.ac.id/index.php/informatika/article/download/62/8
http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/KonsepSI.pdf
http://www.ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2006/09/teguh-cbis-03.zip
McLeod, Raymond, Management Information System, 7th ed., Prentice Hall, New Jersey, 1998.